Archive for April 16, 2009

Ilmu Ukur Tanah (defenisi)

Posted: April 16, 2009 in Uncategorized

Ilmu Ukur Tanah dikenal dengan istilah “Surveying” merupakan kegiatan penentuan kedudukan titik-titik atau penggambaran keadaan fisik yang terdapat di permukaan bumi.

Kegiatan ini meliputi pengukuran jarak, pengukuran sudut atau arah, pengukuran beda tinggi, pengukuran topografi serta untuk menghitung luas permukaan tanah. Dari data yang diperoleh di atas, selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk penggambaran peta.

Secara garis besar, ilmu ukur tanah meliputi delapan cabang kegiatan yang lebih spesifik. Cabang-cabang kegiatan itu antara lain:

  1. Land Surveying
  2. Topographic Surveying
  3. Route Surveying
  4. Hidrographic Surveying
  5. Mine Surveying
  6. Cadastral Surveying
  7. City Surveying
  8. Photogrametric Surveying

Klasifikasi ilmu ukur tanah ada dua, yaitu :

  1. Plane Surveying (Survei Datar) : kelengkungan bumi tidak diperhitungkan,
  2. Geodetic Surveying (Survei Geodesi) : kelengkungan bumi diperhitungkan.

Secara umum,  tujuan ilmu ukur tanah ini adalah untuk :

  • menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda di permukaan bumi
  • menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda di atas atau di bawah sebuah bidang, sebagai acuannya adalah permukaan air laut yang tenang alias mean sea level (MSL)
  • menentukan bentuk (konfigurasi) atau relief permukaan tanah beserta luasnya
  • menentukan panjang, arah dan kedudukan (posisi) dari suatu garis yang terdapat pada permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu areal tertentu.

Kegunaan ilmu ukur tanah antara lain :

  • menentukan batas-batas suatu areal tanah atau wilayah tertentu
  • sebagai dasar perencanaan dalam pekerjaan konstruksi seperti pembuatan jembatan dan jalan, perencanaan bangunan, pembukaan hutan, tindakan pengawetan tanah, perencanaan irigasi dan sebagainya.
Advertisements

-ulasan singkat-

Posted: April 16, 2009 in Uncategorized

Pada tanggal 9 April 2009 diadakan Pemilu Legislatif. Pesta Demokrasi ini dilakukan untuk mengembalikan kedaulatan pemerintahan kepada rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di republik ini mempunyai hak untuk memilih wakil-wakilnya secara langsung.

Dilihat dari persiapan hingga pada saat pelaksanaan, masih terdapat banyak kekurangan yang dilakukan oleh Panitia, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum. Dari segi sosialisasi, sangat minim sekali. Banyak liputan-liputan di media massa yang mengulas tentang hal ini. Sehingga, masyarakat masih banyak yang bingung bagaimana tata cara Pemilu kali ini. Dari segi pendataan pemilih, dirasakan ke-kurang gencar-an pendataan oleh KPU, bahkan hal ini menuai banyak protes dari kalangan partai politik peserta pemilu. Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada pada KPU terdapat banyak kekurangan. Diantaranya, terdapat data pemilih yang sudah meninggal dunia seolah-olah menghidupkan kembali si pemilih tersebut, padahal di lain sisi, banyak data pemilih pemula tidak terdapat dalam DPT. Hal ini sesuai dengan yang saya alami langsung. Sebagai pemilih pemula, saya tidak mendapat tempat dalam DPT sehingga pada hari pemilihan saya dipaksa untuk golput. Perasaan saya sangat kecewa, karena ketika ingin menunjukkan sedikit rasa cinta terhadap tanah air, cinta saya ditolak. Dari media, saya ketahui bahwa yang memperoleh hak suara hanya 50% dari penduduk Indonesia yang “cukup umur” alias sudah bisa memilih. Masih banyak kekurangan yang lain, diantaranya perlakuan terhadap partai yang melanggar tata tertib kampanye, juga berkaitan dengan logistik serta pendistribusiannya, dan lain-lain.

Namun harus disyukuri, pada saat pemilihan hingga proses penghitungan suara keadaan tetap terkendali. Memang masih ada sejumlah parpol yang menuntut, wajar saja bagi mereka yang kurang mendapat tempat di hati rakyat. Secara keseluruhan, dapat dilihat kedewasaan rakyat Indonesia dalam melakukan proses demokrasi. Ini dilihat dari hasil penghitungan suara sementara dari KPU maupun dari hasil hitung cepat lembaga-lembaga tertentu bahwa yang berada dalam jajaran teratas diduduki oleh partai-partai nasionalis. Harapan ke depan, khususnya mendekati waktu Pemilihan Presiden, persiapan yang dilakukan bisa lebih bagus lagi dan rakyat semakin dewasa dalam menentukan figur yang tepat untuk memimpin bangsa ini.

JAYALAH INDONESIA!!!