Kewarganegaraan yang bertanggung jawab

Posted: September 14, 2010 in otak atik otak

Selintas judul di atas sama persis dengan judul buku yang ditulis oleh R.Z Leirissa, buku yang mengulas tentang buah-buah pemikiran seorang Johannes Leimena, seorang negarawan sejati sekaligus politisi yang berhati nurani. Hal ini saya munculkan kembali untuk mengingatkan kembali akan semangat seorang negarawan dalam mewujudkan Indonesia yang seutuhnya tanpa memandang sentimen agama, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam agama. Tanpa memandang sentimen agama di sini berarti bahwa adanya persamaan hak terhadap semua warga negara yang dalam kenyataannya menganut agama yang berbeda-beda.

Berbicara tentang agama merupakan salah satu hal yang sensitif bila sudah menyentuh hal-hal yang dogmatis atau doktrinal. Namun, dalam kenyataannya ada hal-hal yang diyakini bersama yang dapat dianggap sebagai irisan persamaan yang bila dijunjung tinggi dapat dijadikan pijakan bersama untuk bekerja sama dalam membangun suatu bangsa, dalam hal ini adalah bangsa Indonesia. Namun, hanya segelintir orang yang bisa berpikir seperti itu. Mengapa? Ini hendaknya dijawab oleh siapapun anak bangsa yang menyadari dan memiliki hati untuk mewujudkan hal ini.

Dunia kemahasiswaan saat ini dianggap sebagai “kawah candradimuka”, tempat pembentukan orang-orang yang akan menjadi penerima tongkat estafet penyelenggaraan negara ini. Jargon yang sering didengungkan untuk menggambarkan hal ini adalah “Mahasiswa hari ini, pemimpin esok”, membuat mahasiswa harus mempersiapkan dirinya sebagai seorang pemimpin di masa yang akan datang. Apa yang dipersiapkan? Menurut saya, mahasiswa harus mempersiapkan diri membawa segala idealisme dan semangat yang menggebu-gebu pada saat mahasiswa untuk tetap dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan pada saat esok dia menjadi seorang pemimpin.

Di tengah hiruk pikuk adanya gangguan akan kebebasan umat beragama di Indonesia belakangan ini, hendaknya mahasiswa sebagai bagian dari warga negara dan juga dicap sebagai agen perubahan harus berperan aktif dalam mewujudkan kebebasan umat beragama. Mahasiswa dalam keberadaannya sebagai mahasiswa hendaknya menjadi sumber inspirasi kebebasan umat beragama. Lingkungan mahasiswa yang heterogen hendaknya menjadi prototype kebebasan umat beragama di Indonesia. Hal ini dapat dijadikan benih untuk di kemudian hari bertumbuh menjadi gaya hidup di tengah-tengah pemimpin. Anda rindu melihat Indonesia  yang damai??? Mari rekan-rekan mahasiswa, kita mulai dari diri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s