Lakukan bagianmu, Man!

Posted: September 15, 2010 in otak atik otak

Judul di atas pasti sudah sangat sering kita dengarkan, tapi masih cukup sulit untuk dilakukan. Penulis dalam kesadaran yang penuh juga harus mengakui bahwa berkaitan dengan hal tersebut, belum sepenuhnya dapat dikerjakan dengan baik. Oleh karena itu, sebagai bentuk motivasi diri, penulis membuat tulisan ini untuk membuat penulis bertanggung jawab akan bagian penulis dan penulis berharap bahwa tulisan ini juga membangkitkan motivasi bagi pembaca.

Mari kita mulai! Sebagai sebuah ciptaan yang diciptakan untuk pekerjaan baik (Efesus 2 : 18), kita tentunya mempunyai bagian khusus yang harus kita kerjakan dalam mewujudkan pekerjaan baik tersebut. Untuk mengetahui bagian yang tidak kita ketahui itu, kita harus bertanya kepada Pencipta kita tentunya (Yeremia 33 : 3). Dalam bertanya ini, kita harus penuh kerendahan hati agar kita tidak memiliki kecenderungan untuk menolak bagian yang akan ditunjukkan kepada kita.

Dalam kehidupan nyata, kita melihat ada banyak profesi, ada banyak pekerjaan, ada banyak-banyak lainnya. Coba kita bayangkan seandainya hanya ada satu profesi  di dunia ini. Misalnya, hanya ada pekerjaan sebagai surveyor. Efek positif yang mungkin terjadi adalah pekerjaan dalam pengukuran di bumi ini dan hal-hal yang berkaitan dengannya akan terselesaikan dengan baik. Tapi bagaimana bila surveyor tersebut sakit? Siapa yang akan merawatnya? Bingung kan! Contoh kecil dan sederhana tersebut menunjukkan bahwa setiap hal yang ada di dunia ini memiliki nilai guna tersendiri. Sekalipun hal tersebut sangat kecil dan diremehkan, itu tetap menjadi bagiannya. Masih ingat Perumpamaan tentang Talenta (Matius 25 : 14-30; Lukas 19 : 12-27). Penulis belajar bahwa kalaupun hanya satu bagian yang diberikan kepada kita, harus kita kerjakan dengan baik. Ingat, kepada mereka yang diberi banyak akan dituntut banyak. Oleh karena itu, dituntut kesadaran masing-masing untuk mengetahui seberapa banyak yang diberikan kepada kita sehingga kita dapat memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk tujuan baik yang ditetapkan oleh Pencipta kita.

-Ketika seorang mahasiswa berbicara dengan satu orang tentang kebenaran atau keselamatan, akan sama kadarnya ketika seorang pembicara berkhotbah dan banyak orang yang bertobat mendengarnya. Dalam hal ini, Allah berkenan akan kedua  oknum ini-

So, melakukan bagian masing-masing adalah pertama-tama mengerti seberapa porsi kita, melakukannya dengan rendah hati, dan yang terutama adalah meminta pertolongan dari Sang Pencipta kita agar Ia memampukan kita melakukan yang terbaik untuk kemuliaan namaNya. Mari berbuat dari hal-hal sederhana!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s