Cinta (buta)ku untuk Indonesia

Posted: October 1, 2010 in otak atik otak

Aku sungguh tergila-gila jadi bangsa Indonesia. Aku tak bisa menggambarkan seberapa besar cintaku terhadap bangsa di mana aku dilahirkan ini. Aku juga tidak bisa menggambarkan betapa banyak hal-hal yang kucinta dari bangsa ini. Aku sangat mencintai bangsa ini dan bersyukur kepada Tuhan untuk berkatNya bagi bangsa ini.

Kecintaanku terhadap bangsa ini memang masih terhitung baru. Aku menyadarinya karena aku punya bagian di bangsa ini. Bagian unik yang diberikan Sang Khalik kepadaku menyadarkanku bahwa kiranya dengan adanya aku di bangsa ini, dapat menjadi saksiNya. Oleh karena itu, aku harus benar-benar mencintai bangsa ini tanpa syarat.

Namun, apa daya? Melihat keadaan bangsa di saat ini, cintaku sedikit diuji. Mengapa tidak? Bangsa yang dahulu kudengar sebagai bangsa yang ramah, bersahabat, dan banyak hal-hal baik lainnya yang menjadi embel-embelnya, kini sedang dilanda krisis. Krisis kepercayaan, krisis mental, dan masih banyak krisis lainnya merusak tatanan hidup berbangsa yang dulunya baik, menurut sedikit sejarah yang pernah kupelajari. Ya, tentu saja cinta ini diuji. Bagaimana mungkin aku mencintai bangsa ini dengan segala kerusakannya yang lebih banyak terpublikasi daripada baik-baiknya? Seperti judul di atas, hal itu yang harus kulakukan.

Cinta (buta)ku untuk Indonesia harus aku ikrarkan. Ini menjadi tekad bahwa dengan rasa cinta yang kuberikan saat ini akan kubawa terus sampai aku mengakhiri pertandingan hidup di bangsa ini. Cinta (buta)ku untuk Indonesia menunjukkan bahwa, sekecil apapun aku akan terus mencintai Indonesia dan memelihara tatanan hidup berbangsa yang baik. Cinta (buta)ku untuk Indonesia aku tanamkan dalam diriku untuk menghargai betapa dalamnya rasa penghargaanku terhadap pendahulu-pendahulu bangsa ini yang pada masanya, harus rela berkorban nyawa untuk mempertahankan Indonesia. Cinta (buta)ku untuk Indonesia aku ukir dalam pikiranku untuk mengingatkanku akan tugas dan tanggung jawabku terhadap bangsa ini. Cinta (buta)ku untuk Indonesia aku pompakan dari jantungku ke seluruh bagian tubuhku melalui pembuluh-pembuluh darahku agar semua organ tubuhku sadar bahwa di bangsa inilah aku hidup, dibesarkan, dan dibina. Cinta (buta)ku untuk Indonesia akan terus, terus, dan terus kuikrarkan hingga akhirnya, cintaku untuk Indonesia itu utuh tanpa harus membutakan diriku dengan keberadaan bangsa ini.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila!

Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Dairi, Tanah Kelahiranku!!!

Tuhan memberkati!!!

Salam Indonesia,

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s