Bumi yang satu-satunya ini

Posted: February 9, 2011 in otak atik otak

Segenap penghuni bumi ini, kemungkinan besar mengakui bahwa tempat yang kita injak saat ini adalah akibat pekerjaan tangan Pribadi Yang Mahakuasa. Sejenak kita abaikan pendapat segelintir orang yang mengungkap teori-teori terjadinya bumi dan segenap isinya yang menihilkan mahakarya Sang Maha pencipta. Terserah apa kata mereka, yang jelas masih lebih dominan orang yang mau mengakui adanya Tuhan dan kekuatanNya. Hal ini dapat membawa kita kepada sebuah pemikiran bahwa dengan adanya satu Pencipta maka boleh disimpulkan bahwa hanya ada satu sumber dari segala yang ada di bumi ini. Bumi yang satu-satunya ini.

Pemikiran di atas, menurut saya, merupakan sebuah ide luhur yang harus dipegang dan dihayati oleh segenap penghuni bumi ini. Tentu saja. Dengan memegang teguh ide tersebut, kita tahu harus berbuat apa selama ada di bumi ini, katakanlah salah satunya dengan saling mengasihi sesama ciptaan dan berbakti sepenuhnya untuk kemuliaan Sang Pencipta.

Namun, dalam kenyataan yang kita lihat dan rasakan, tidak sepenuhnya bisa seperti itu. Kita melihat dengan jelas bahwa sesama manusia dengan gampang saling membenci dan saling menjatuhkan. Fenomena ini menyiratkan bahwa ide luhur yang dijelaskan di atas telah mengalami distorsi, dengan kata lain, ide luhur tersebut didiferensialkan menjadi formula yang kurang tepat karena acuan penurunannya tidak sesuai dengan parameter Sang Pencipta. Apa yang menjadi penyebab semua ini? Sebut saja si iblis, yang senang menjatuhkan manusia ke dalam lumpur dosa. Persetan dengan si iblis!!!

Apakah banyak orang setuju dengan hal ini? Semoga saja. Karena apapun yang akan kita perbuat, bila sudah dicampuri oleh si iblis akan menjadi kekacauan. Lihat saja bagaimana agama yang pada awalnya dibangun untuk mengatur kehidupan manusia agar semakin teratur, eh malah sering menjadi pemicu timbulnya perpecahan. Apa yang menyebabkannya? Sesungguhnya bukan agamanya, tetapi ego yang timbul terhadap agama. Lagi-lagi, ego yang timbul ini harus kita sadari sebagai pekerjaan tangan si iblis. Kita lihat juga ketika aneka suku dan budaya yang seharusnya memperkaya kehidupan manusia juga memiliki nada yang sama dengan agama ketika sudah dihinggapi dengan ego, sehingga sama-sama memainkan  orkes kekacauan. Alamak!! Dan masih banyak kasus-kasus yang lain.

Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan selama masih bisa menginjak bumi yang satu-satunya ini? Pertanyaan ini seharusnya retoris karena menurut saya setiap oknum di muka bumi ini sesungguhnya memiliki hati nurani yang sama karena diciptakan oleh Pencipta yang sama. Tetapi kita harus menyadari bahwa kondisi bumi saat ini sudah sangat kacau balau, sehingga kita perlu mengekspresikan bagaimana cara untuk melawan arus kekacauan ini. Adalah penting memikirkan hal-hal yang besar dan luar biasa, namun paling penting adalah mulai bertindak dengan hal-hal yang paling sederhana. Dan jangan lupa, tetaplah memohon hikmat dan kekuatan dari Yang Mahakuasa agar segala sesuatu yang kita lakukan sesuai dengan kehendakNya dan hanya untuk kemuliaanNya.

“Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin”

Niko Saripson P Simamora

Bandung, 9 Februari 2011

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s