“Indonesia Tenggelam” : Sebuah interpretasi

Posted: March 19, 2011 in otak atik otak

 

Mendengar frasa “Indonesia tenggelam” mungkin akan menimbulkan banyak interpretasi. Interpretasi yang berbeda-beda tersebut adalah hal yang wajar, tergantung dari mana sudut pandangnya. Namun bila dipandang secara umum, frasa itu dapat membentuk opini negatif terhadap Indonesianya. Jelas saja pengungkapannya akan mengandung banyak reaksi bila dimodifikasi menjadi Indonesia yang tenggelam. Wah! Pernyataan yang seharusnya kita hindari.

Pandangan tersebut akan berbeda dengan mahasiswa yang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di negeri ini. Mendengar “Indonesia Tenggelam” sudah tidak asing lagi. Ungkapan itu mengacu kepada salah satu lokasi di kampus yang terletak di tengah kampus diapit empat laboratorium teknik (labtek) dikenal sebagai labtek V, VI, VII, VII namun sudah berubah nama menjadi Gedung Benny Subianto, Gedung T.P Rachmat, Gedung Yusuf Panigoro, dan Gedung Achmad Bakrie. Lokasi ini disebut Indonesia Tenggelam karena terdapat gambaran peta Indonesia pada bagian lantai kolam.

Adanya peta Indonesia di sentra kampus tersebut bisa dianggap sebagai kebanggaan akan luasnya Indonesia dengan segala kekayaan di dalamnya. Namun, sebutan yang disandangkan terhadapnya, menurut saya adalah sesuatu yang kurang elegan. Yang saya takutkan terhadap sapaan yang sering terngiang di kampus tersebut mempengaruhi alam bawah sadar dan membentuk bingkai pemikiran yang setuju dengan sebutan tersebut. Mengapa tidak? Sesuatu yang dibiasakan akan membentuk karakter. Karakter tersebut akan mempengaruhi ekspresi yang timbul dalam berbuat. Hal ini memang terlihat sepele, tetapi jangan terkejut kalau sepeda motor di jalan bisa tergelincir karena batu yang kecil, juga mata yang menjadi buta hanya karena pasir kecil.

Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang sangat mencintai bangsa ini, sudah sepantasnya kita mengaurakan hal yang positif terhadap bangsa ini. Afirmasi yang positif akan membawa ekspresi yang positif. Saya rindu bila di kampus tersebut, sebutan “Indonesia Tenggelam” diganti dengan “Indonesia Memancar” disingkat “Incar”, dengan alasan bahwa air mancur yang memancar di kolam tersebut merupakan gambaran anak-anak bangsa produk kampus tersebut yang akan berpencar ke seluruh pelosok negeri ini dan memancar di sana.

Anak-anak bangsa, memancarlah!!!

Salam,

Niko Saripson P Simamora

Bandung, 17 Januari 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s