Memetik pelajaran dari kebodohan

Posted: March 20, 2011 in otak atik otak
Tags: ,

Siang hari itu merupakan hari yang terasa cukup panas walaupun di luar terlihat mendung. Sebagian besar anak muda sibuk berkutat dengan soal ujian yang sudah beberapa saat disodorkan. Ternyata hari itu terasa panas karena dipengaruhi oleh perasaan yang was-was ketika melihat soal-soal yang diujikan. Kata-kata soalnya cukup familiar, namun makna di baliknya terasa gelap di pikiranku. Gelap segelap-gelapnya hingga gerakan penaku tidak banyak menari-nari di atas lembar jawaban. Istirahat sejenak. Pikiranku menerawang ke arah yang tak menentu. Alih-alih memikirkan jawaban pertanyaan, aku malah mencoret-coret bagian kosong di belakang lembar soal. Menggores pena yang merumuskan formula pemikiran yang timbul saat itu. Demikian rumusan yang kuperoleh secara spontan :

1.    Betapa bodohnya orang yang tidak belajar, dalam bidang apapun.

2.    Orang bodoh yang sedikit belajar berlaku seolah-olah orang pintar.

3.    Orang yang belajar, menghindarkan dirinya dari kebodohan

4.    Orang yang paling bodoh menutupi kebodohannya dengan cara-cara yang bodoh.

5.    Orang yang lebih paling bodoh ikut serta dalam kegiatan orang yang paling bodoh.

6.    Pembodohan lebih cepat merambat.

7.    Ah, udah capek aku jadi orang bodoh.. (BELAJARLAH!!!).

Rumusan di atas timbul sebagai pelarian dari bodohnya diriku. Sedikit senyum sempat mewarnai wajahku ketika memutuskan untuk menuliskannya. Ada perasaan malu bahwa dengan menuliskan hal-hal di atas, aku mengikrarkan diri sebagai orang bodoh. Ya, aku harus mengakuinya, berawal dari ketidakmampuan diriku menjawab soal ujian, aku semakin menyadari bahwa aku ini orang bodoh. Sedikit pun tidak ada bekal di otak yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab soal-soal tersebut. Buntu benar-benar buntu. Sepertinya aku juga punya rekan senasib, siapapun itu. Itu merupakan saat yang suram bagiku. Aku sempat berlaku seolah-olah orang pintar, tapi sangat sulit bagiku. Juga sempat ada gejolak untuk menutupi kebodohanku dengan cara-cara yang bodoh, tapi nuraniku menentang keras seolah berkata, “Jangan masukkan dirimu ke dalam daftar orang yang paling bodoh!” Akupun menurutinya. Jadilah aku orang yang minim aktivitas di kala itu. Aku bersyukur bisa menghindari diri menjadi orang yang paling bodoh ataupun orang yang lebih paling bodoh. Namun, satu kepastian aku adalah orang bodoh.

Berdasarkan pengalaman ini, aku memetik beberapa pelajaran berharga. Pertama, sadarlah akan keadaan diri. Kedua, bila sudah sadar akan kebodohan diri, belajarlah untuk meghindari kebodohan. Ketiga, minta satu atau dua orang teman untuk mengontrol kita agar kita bertanggung jawab untuk belajar atau setidaknya mengontrol kita agar jangan sampai jatuh menjadi orang yang paling bodoh atau lebih paling bodoh. Keempat, mohon kekuatan dari Sumber Hikmat untuk memberikan kita kekuatan dalam melepaskan diri dari kebodohan.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

1 Kor. 1:27

Niko Saripson P Simamora

Bandung, 10 Desember 2010 (02:45)

(nb:karena ini adalah catatan orang bodoh,kalau ada yang salah, mohon dikoreksi. Terima kasih telah membaca catatan orang bodoh ini)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s