Menang Karena Benar

Posted: April 20, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Alkisah, Daud memiliki sahabat raja bani Amon, Nahas. Sesama Raja mereka saling menghargai dan menghormati, bahkan acapkali mengutus pembantu masing-masing raja untuk mengunjungi baik Daud maupun Nahas untuk memberikan persembahan-persembahan berupa emas dan perak.

 
Suatu ketika, Daud mendengar kabar dukacita bahwa Nahas telah mangkat dan digantikan oleh Hanun, anaknya. Oleh karena itu, sebagai sahabat yang baik Daud mengirim utusannya kepada Hanun di negeri bani Amon untuk menyampaikan pesan turut berdukacita. Namun, apa lacur, alih-alih diterima, penatua-penatua bani Amon yang berada di sekeliling Hanun berkata : “Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini maka pegawai-pegawainya datang kepadamu?”

 
Dengan kata lain, penatua-penatua bani Amon membisikkan hal-hal yang belum tentu terbukti kebenarannya dan Hanun terpengaruh oleh bisikan tersebut, sehingga Hanun memerintahkan untuk mencukur mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pangkal paha mereka, lalu melepas mereka. Sungguh hal ini, membuat Daud tidak berterima.

Ada berapa banyak orang yang seperti Hanun, yang mudah terpengaruh akan bisikan-bisikan yang belum tentu kebenarannya. Ada berapa banyak orang yang justru menjadi pembisik-pembisik itu sendiri, mengasumsikan sesuatu tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Apa yang terjadi ketika Daud, dengan ketulusan hati, menyampaikan pesan turut berdukacita, namun bukan hanya ditolak, lebih dari itu bahwa pegawai-pegawai yang ia utus malah ikut menderita. Daud, sebagai orang yang berkenan bagi Allah mengerti bahwa hal itu adalah penghinaan sehingga ia memerintahkan untuk berperang melawan bani Amon. Dan bani Amon tersebut takluk kepada pasukan Daud.

Terlihat bahwa Allah sendiri menjadi pembela bagi orang-orang yang berkenan bagiNya. Orang-orang bisa memiliki pandangan yang bermacam-macam terhadap sikap kita dalam menanggapi sesuatu, bahkan lebih dari itu, memandang buruk setiap hal yang kita dilakukan dengan benar karena menyimpan iri dan dengki terhadap kita. Allah memandang hati dan memperkenankan kebenaran. Ia sendiri yang akan membela umatNya untuk menang melawan peperangan yang terjadi. Kebenaran akan memenangkan.

Bandung, 20 April 2012, 11.43
Niko Saripson P Simamora
Diadaptasi dari 1 Tawarikh 19:1-19

Advertisements
Comments
  1. asoi… love ur graffiti..
    thx for sharing and also reminding me by this graffiti…
    lets be wise!!
    God bless

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s