Mimpi Yang Kenyataan

Posted: March 22, 2013 in otak atik otak
Tags:

 

Bangun pagi hari ini terasa berbeda. Ada sebuah perasaan yang tak biasa. Dimulai dari bangun pagi yang lebih awal dari hari-hari sebelumnya, bahkan lebih awal dari alarm kawan-kawan sekamar yang biasanya akan terus sahut-menyahut dari jam lima pagi sampai jam setengah tujuh. Ya, ada empat orang sekamar, walau kapasitas kamar berenam dengan tiga buah tempat tidur bertingkat. Satu pasang tempat tidur sering ditinggal penghuninya karena tidak tahan dengan pengatur suhu ruangan yang selalu dipasang tidak lebih dari enam belas derajat. Dua orang itu akan mencari kamar dimana suhu ruangannya lebih dari atau sama dengan suhu kamar pada umumnya. Empat orang lainnya tetap bertahan dengan posisi dua di atas dua di bawah. Alarm dua orang di atas ini yang sering sahut-menyahut  di pagi hari. Namun pagi hari ini, mereka kalah denganku. Apa-apaan ini.

Selimut sempat kutarik dan kurapatkan lagi ke tubuhku, tapi mata tak mau menutup lagi. Perasaan yang tak biasa itu cukup menggangguku. Dengan perasaan seperti itu, aku mengambil keputusan untuk keluar kamar menuju toilet. Kubuka pintu kamar, di luar sudah mulai sibuk ternyata. Kamarku hanya berjarak dua kamar dengan toilet. Dengan langkah terbata-bata, aku menuju toilet. Ternyata sudah banyak yang antri. Lah, di pagi-pagi seperti ini, sepuluh toiletpun masih kurang, pikirku. Jelas saja. Ada kurang lebih seratus orang penghuni blok ini dengan jumlah kamar enam belas. Satu orang tiap kamar yang terbangun sepagi ini, masih akan membuat orang mengantri.

Kualihkan langkahku, tak kuambil waktu mengantri. Kudekati wastafel, kubuka kran sedikit, kubasuh mukaku seadanya. Yang penting cukup segar bagiku untuk melangkah ke arah aula makan. Perasaan aneh ini membawaku bergerak tanpa berpikir panjang. Setibanya di aula makan yang berjarak sekitar lima puluh meter dari blok kamarku. Sebelum masuk, terlebih dahulu menempelkan kartu makan yang sudah dibagikan oleh kontraktor penyedia layanan makanan dan hiburan sejak aku masuk ke kamp ini. Kunikmati sarapan pagi ini, menu sarapan yang sudah  enam kali persis kumakan selama di sini. Sambil terus menikmati makanan, aku coba mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Tiba-tiba kutersenyum. Aku bermimpi sewaktu tidur. Sambil mengunyah makananku, aku teringat akan mimpiku. Mimpiku cukup aneh, namun menyenangkan. Harapanku, mimpiku jadi mimpi yang kenyataan. Amin.

 

Tanjung Ulie, 22 Maret 2013. 15.22 WIT

Niko Saripson P Simamora

Advertisements
Comments
  1. Nicolesinaga says:

    Bagus juga ceritanya… Semoga jadi kenyataan mimpinya… Walau gak diceritakan mimpinya apa.. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s