Helm Siapa yang Kau Pakai?

Posted: May 6, 2013 in otak atik otak
Tags: , ,

Sore itu, langit cukup cerah dan cuaca pun bersahabat untuk keluar rumah (baca: kosan orang yang saya tumpangi 🙂 ). Setelah sepanjang hari mendekam di kosan untuk melawan rasa pusing di kepala dengan bantuan sebutir tablet mengandung paracetamol keluaran sebuah perusahaan farmasi yang berpusat di kota ini, Bandung. Udara di luar rumah terasa lebih segar, suasana terasa lebih hangat, pemandangan lebih menarik (tentu anda mengerti pemandangan seperti apa 🙂 ).

Perjalanan diawali dengan ketidakpastian arah tujuan. Tentu saja. Tidak ada perencanaan sebelumnya, namanya juga mau raun-raun alias seputaran alias jalan-jalan santai. Melewati Monumen Perjuangan, terasa ramai karena ada acara pameran bisnis. Sepintas timbul pemikiran untuk memulai bisnis, dimotivasi lagi dengan ada beberapa teman yang sudah merintis bisnis dan mulai berkembang. Pemikiran tersebut berlalu seiring langkah kaki beranjak menuju tempat lain.

Kali ini, kaki terhenti di kawasan hiburan pendidikan (terjemahan dari sebuah tempat di pagargunung). Buku. Ya, tempat itu dipenuhi buku, terutama buku-buku lama yang bila sepintas dilihat sangat menarik. Sangat menarik berarti setiap melihat satu buku timbul keinginan untuk membacanya, namun terpintas lagi buku lain, timbul lagi keinginan membaca, begitu seterusnya. Sangat menarik bukan?hehe. Tidak terasa sejam berlalu hanya berkutat di dinding buku(setiap dindingnya disandarkan lemari buku). Keinginan hati ingin meminjam banyak buku, namun setelah dipikir-pikir, belum tentu semua akan dibaca mengingat jadwal yang sudah tidak teratur alias serba dadakan.

Langkah kaki beranjak meninggalkan tempat itu berjalan menuju arah yang belum terpikirkan hingga tidak sengaja perhatianku tertuju kepada pedagang helm di tepi jalan yang sedang membenahi barang dagangannya untuk disimpan dalam sebuah mobil pengangkut barang berbak terbuka. Bukan orangnya yang menarik perhatianku, pun bukan mobil pengangkut barangnya, apalagi harga helmnya. Nah benar! Helmnya menarik perhatianku.

Ada berbagai macam jenis helm, dapat dibagi berdasarkan harganya, modelnya, kualitasnya, dan lain-lain (yang saya tidak tahu lagi). Saya memandang helm itu sebagai sebuah pola pikir. Ketika kita melihat-lihat helm mana yang menarik kita akan mencobanya sambil bercermin mungkin atau bertanya kepada penjualnya ataupun hanya merasa-rasakan kalau helm itu nyaman atau tidak. Terpikirkan olehku ketika kita juga mengadopsi pola pikir, kita akan memilah dan kemudian memilih mana yang cocok bagi diri kita. Yang menjadi perhatian adalah dari segi mana kita merasa nyaman dan cocok dengan “helm” (baca:pola pikir) tersebut.

Imajinasiku mengangkasa jauh menerawang ke area yang aku pun tidak mengerti kenapa bisa mengarah ke situ. Sambil menyentuh-nyentuh kepala, aku membayangkan sedang memakai “helm” siapa? “Helm” yang aku pakai sekarang masih standar kah atau sudah mulai tergerus pola-pola helm lain yang sejauh ini cukup mempengaruhiku. “Helm” dunia acapkali kugunakan ketika aku tahu bahwa ada “helm” ilahi yang standarnya paling tinggi melampaui semua standar “helm” yang ada di dunia. “Helm” ilahi itu memang kadang tidak menarik, tidak modis, warnanya norak, dsb. Tapi satu hal, “helm” itu paling kuat menjaga kepala agar tetap aman. Nah, sekarang helm siapa yang kau pakai? (sambil tunjuk hidung sendiri).

Bandung, 6 Mei 2013, 13.15

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s