Kota Mengudara

Posted: June 3, 2013 in puisi
Tags: , , ,

Jalan-jalan di sini dulu sepi

Nenek moyangku jadi saksi

Seluas tanah bisa jadi lokasi

Anak manusia duduk meratapi

 

Hentakan bumi dirasa biasa

Kaki-kaki biota menjadi penanda

Sesak dan gundah beranjangsana

Namun tidak menyirat luka

 

Sekarang kaki melangkah ke mana?

Denyutnya nirlanggam teraba

Semua serba dikemas bara

Sakitnya menghantar mara

 

Ini kota sudah mengudara

Sejatinya bumi diregang paha

Meringkas di bibir senyum sapa

Seumpama rasa sebegitu tara

 

Kota udara menyisa banyak tanya

Kaki-kaki menginjak kepala

Menebal batas jiwa raga

Menghayati kodrat sang bangsa

 

Jakarta, 3 Juni 2013, 23.53

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s