Sekelumit Rumit

Posted: July 10, 2013 in puisi
Tags: , , ,

Sejenak duka singgah

Menghampiri keluarga

Namun hidup terus melangkah

Menjangkau semesta

 

Keterbatasan tiada menghalangi

Melampaui kuncinya

Segenap raga disayangi

Berjuang semampunya

 

Kepala harus tegak

Tantangan tak terelak

Mata memandang teduh

Kaki menapak penuh

 

Negeri milik penjahat

Sejawat hanya mengeluh

Siapa yang punya niat

Bermandi peluh darah

 

Temaram menyapa

Hendak memberi tanda

Sesaat berpisah

Dari senyum susah

 

Esok irama baru

Terdendang merdu

Kencangkan otot kaku

Rasakan manis madu

 

Jangan pernah meragukanku

Tulang dan dagingku membesar

Disiram air dan tanah asalku

Otakku tetap berdebar

 

Akan kulihat terang jalanmu

Mengalir lancar tenagamu

Hiruk pikuk sekitar halamanmu

Terpancar anggun auramu

 

Aek Tomuan, Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan

Hari pertama Ramadhan, 10 Juli 2013, 17.00

Niko Saripson Pandapotan Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s