Desah Resah Nafasmu

Posted: August 3, 2013 in puisi
Tags: , , , , ,

Setiap kali kulangkahkan kaki menuju tanahmu

Kutekuk kakiku meraih jernih airmu

Kuhela  dadaku menangkap bersih udaramu

Ah, sujud syukurku kembali kepadaNya

 

Kususuri pematangmu menuju denyut nadimu

Limpah nian harta yang dikandungmu

Hingga tak sanggup tanganmu menggenggamnya

Berharap uluran tangan si empunya kapital

 

Terusik getaran saat dicolek kulitmu

Membuncah harta mengalir di lorong-lorongmu

Segenap mata menatap membahana asa

Berharap nyata mimpi sejagad raya

 

Memang, sesaat urat mengalir lancar

Suasana riuh menghinggapi senyap halamanmu dulu

Jalan-jalan sibuk hilir mudik tanpa henti

Serasa makmur tumbuh di jengkal tanahmu

 

Waktu terbang begitu rupa, tidak terasa

Sedikit demi sedikit detakmu tidak laju, melemah

Itu memang kenyataan atau hanya rekayasa

Siapa yang harus memastikannya dan meyakinkannya

 

Nah, itulah deru nafas orang-orangmu

Berdesah resah memandang kepada tuan si empunya titah

Mereka menunggu tongkat ajaib diayunkan

Menghunus pedang penghantar kemenangan bersama

 

Handil V, Muara Jawa, Kukar, 31 Juli 2013, 14.07 WITA

Niko Saripson P Simamora

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s