Menapak Rumput Penantian

Posted: November 19, 2013 in puisi
Tags:

Jalanku panjang lagi jauh
Gerakanku cepat menembus udara
Seolah-olah tanpa dihadang sauh
Membelah rana keniscayaan cahaya

Tatapan tajam membakar buana
Senyum sang hawa menawar peluh
Kupacu langit menyongsong bahana
Lelah terasa tiada kukeluh

Duduk tenang menawan risau
Berlomba jujur dengan waktu
Terjalin nada menuai ragu
Semakin detak terasa laju

Pengembaraan rasa memantik haru
Terkadang menutup ria suka
Penantian pada serumput bahana
Menyaringkan teriak sumbang sengau

Percayalah pada sebuah harapan
Acapkali muncul tak kelihatan
Terasa jauh namun di hadapan
Arahkan indra menggenggam iman

Khalik mustahil tak terperikan
Engkau menginjak raya buatan
Terhatur syukurku tanpa terhentikan
SenyumMu suci lagi menyejukkan

Jakarta, 19 November 2013, 16.03 WIB
Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s