ini seakan cerita hari-hariku terlewati

Posted: January 31, 2014 in otak atik otak, puisi
Tags: ,

Hari-hariku terlewati tanpa sengaja
Tanpa sengaja karena mereka datang
Mereka datang, terhenti, lalu pergi
Lalu pergi tanpa menandai jejak

Menandai jejak hanya menyapa sesal
Menyapa sesal tiada menambah asa
Menambah asa hanya isapan jempol
Isapan jempol seringkali mengusik mimpi

Mengusik mimpi diawali mentari pagi
Mentari pagi membawa tulang bergetar
Tulang bergetar adalah sarapan jiwa
Sarapan jiwa memuaskan lelah raga

Lelah raga tiada merusak semesta
Merusak semesta menjadi agenda pemberontak
Agenda pemberontak hanya selingan saja
Selingan saja tidak pernah menjadi utama

Menjadi utama laksana bukit menjulang
Bukit menjulang semua mata memandang
Mata memandang penjuru raya bermaklum
Raya bermaklum seketika wibawa membahana

Wibawa membahana pada masa jua
Masa jua ketika cahaya meredup
Cahaya meredup semesta terasa damai
Terasa damai tatkala diri terkurangi

Diri terkurangi seakan sebuah isyarat
Sebuah isyarat mengandung banyak makna
Banyak makna dirasa segenap jagad
Segenap jagad sejahtera mengecap rasa

Medan, 31 Januari 2014, 14.57 WIB Hari Raya Imlek
Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s