Menghitam (Lalu) Bersinar

Posted: May 10, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , , , ,

Awan lembut biasanya engkau teduh

Sejuk kesanmu ketika bersanding cakrawala

Semua harapan membubung ke arahmu

Tak ada kesan keraguan, sekali lagi, teduh

 

Langkah kaki menapak dengan riang

Bahagia dan gembira bergelora di tanahmu

Cerita hanya menjadi pelengkap rasa

Apa ya? Oh iya, teduh

 

Tetiba teduhmu hilang ditelan gelap

Kenapa engkau menutupi asa yang terbang

Sudah fasih ia menghiasi hari-hari tak menentu

Insan berkasih yang selalu membara merekah

 

Hei pekat suram pembawa rasa hampa!

Jangan pernah muncul membawa kebosanan

Sesimu hanya sesaat saja sebelum tertiup

Keteguhan jiwa ternyata punya kekuatan dahsyat

 

Di ufuk sana, sudah cerah membawa kehangatan

Bersinar surya tak terduga

Hantaran sengatnya mengusik hingga sanubari

Iya, teduh. Rasanya teduh.

 

Bandung, 10 Mei 2017, 22:10

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s