Untuk kesekian kalinya

Posted: May 29, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Ada sesak yang menyentuh dada

Tatkala harapan yang sudah diumbar terbang menjadi debu

Perjuangan yang telah dikerjakan seketika menjadi nol

Fisikawan bilang, kamu tidak berusaha meski berlari sejauh mungkin

Namun kembali ke tempat semula

Berpindahlah meski perlahan, raihlah tujuan baru itu!

 

Kepala mu sempoyongan dengan kondisi ini?

Bayangan akan sebuah kebahagiaan telah redup menjadi uap

Kebersamaan bisa menimbulkan ketidaknyamanan

Matematikawan bilang, kamu akan tidak terdefenisi meski nilaimu begitu tinggi

Namun limitmu tidak ditentukan

Sadarlah bahwa nilaimu harus sedemikian rupa, tidak perlu sempurna!

 

Untuk kesekian kalinya, hidup semakin dipertajam

Realita tersaji begitu kejam, keras dan tanpa pandang bulu

Harapan, kebahagiaan, kepuasan dan apapun yang kau inginkan, sebutkan itu!

Seketika bisa sirna

Aku tegaskan, bahwa gambaran besar bukan kau yang pegang

Jalani saja, selangkah demi selangkah!

 

Untuk kesekian kalinya,

Bersandarlah pada yang punya rencana

Dia yang Agung

 

Bandung, 29 Mei 2017, 11:34 WIB

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s