Dekat Padam

Posted: October 31, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Kemunculan kita membawa suasana yang sama

Tangis menjadi ekspresi pertama dan utama

Bahasa kita untuk segala suasana

Bahkan hingga beranjak baya

 

Namun bukan berarti awalan seirama

Hentakan nada dimainkan begitu rupa

Lagu bersenandung menyiratkan kehangatan jiwa

Anak manusia menari riang gembira

 

Hingga ada saat ketika mars duka

Datang membahana tanpa menjunjung tanda

Engkau harus siapkan penyambung yang bermakna

Menantang dengan tetap gairah membara

 

Bagi engkau yang tidak siap sedia

Lambaian perpisahan akan tiba

Dekat padam ibarat sebuah pelita

Hanya bisa meringis meratap kecewa

 

Persiapkan buli-buli untuk tetap menyala

Kata-kata Khalik penuh kuasa

Ingat selalu untuk meratap di kakiNya

Niscaya akan selalu terjaga asa

 

Sitoluama, 31 Oktober 2018, 08:39 WIB

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s