Posts Tagged ‘bandung’

Aku terhilang dalam hujan
Awan menelan energiku

Harapanku padamu oh matahari
Kehangatanmu sumber tenagaku

Angin turut mengusik impianku
Mengapa mengganggu nyamanku

Aku kembali dalam pelukan
Teduh mendekap jiwaku

Cium mesra penuh kasih
Melewatkan andil pengacau

Mereka tak berarti bagiku
Aku hanya untukmu

Ternyata…

Bandung, 5 Maret 2017, 01:12
Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Kejarlah kebenaran dan kasih

Niscaya ia akan memberikan kehidupan

Lebih dari itu ditambahkannya kehormatan

 

Melakukan keadilan diharapkan semua orang

Yang lurus hatinya suka memaksakannya

Namun itu begitu menakutkan bagi si jahat

 

Ketekunan menjadi makanan sehari-hari

Membunuh keengganan untuk turun tangan

Jangan kau tiru si pemalas

 

Kelimpahan dirancangkan oleh tangan yang rajin

Tanpa rasa ingin disesak

Ketika kekurangan begitu dipaksakan terjadi

 

Orang bijak bersukacita dalam kediamannya

Harta yang indah lagi minyak mengisi ruangnya

Jangan pernah mengundang si bebal ke dalamnya

 

Memelihara perkataan sebagai penyejuk jiwa

Mulut dan lidah menjadi saluran kebaikan

Kesukaran menjadi urung menyapanya

 

Bandung, 21 Februari 2017, 06:15 WIB

Niko Saripson P Simamora

Batas Penjelajahan

Posted: February 18, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Ke mana engkau hendak berlabuh
Suar membelah horizon
Memikat setiap teropong yang mengeker
Merah hijau selalu menyambut ramah

Radar sudah siap sedia
Menangkap gelombang reaksi seberang
Entah itu bergerak
Entah itu diam

Salung bersahut-sahutan ketika bertemu muncung
Sudilah kiranya menyahut sapaanku
Meskipun engkau hanya sepintas lalu
Kerlipan sinarmu cukup menghibur

Salam hormat dan selamat mengarungi badaimu
Aku harus merapatkan diri
Dermaga sudah menanti tambatan
Kami akan berbagi banyak kisah

Jabat erat dan pelukan hangat
Oh, betapa membawa suasana nikmat
Si kompas tidak pernah berdusta
Pangkalanku tak akan ke mana

Bandung, 18 Februari 2017, 01:08
Niko Saripson P Simamora

Rencana Besar

Posted: January 31, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

Ketika kujalani hari demi hari
Betapa banyak hal yang terjadi
Semua datang silih berganti
Membawa kepada banyak pemahaman tersendiri
Ada kalanya bahwa duka yang menghinggapi
Begitupun suka kerap singgah menghampiri
Dalam setiap saat aku beda menanggapi
Karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi
Namun berkali-kali aku harus menyadari
Tak sanggup akal untuk berinterpretasi
Berat ringan terkadang menyerang nurani
Akhirnya aku harus berserah diri
Memandang kepada kekuatan ilahi
Rencana besarNya sungguh tak teratasi

Bandung, 31 Januari 2017, 16.25
Niko Saripson P Simamora

Ingin Kenalan

Posted: May 4, 2013 in humor
Tags: , , , ,

Gumarapus, seorang mahasiswa jurusan teknik sedang mengikuti sebuah acara pameran bisnis di Monumen Perjuangan Bandung. Bermodal sedikit pengetahuan untuk berkenalan dengan seorang cewek, dia pun ingin mempraktekkannya. Sejak datang, dia sudah memperhatikan seorang cewek yang antusias mengikuti acara pertunjukan di panggung yang disediakan panitia. Cantik dan cuma sendiri.

“Kesempatan bagus nih”, pikir Gumarapus.

“Mbak, sendiri aja nih?” tanya Gumarapus memulai percakapan.

“Iya,a’?” jawab si cewek.

“Punya obeng nggak, neng?” tanya Gumarapus mempraktekkan ilmu kenalan yang baru diketahuinya.

Harapan Gumarapus adalah si cewek tidak punya benda yang dimaksud, dengan seperti itu dia langsung bisa menyerang dengan jurus pamungkasnya.

“Ada a’,nih…”, jawab si Cewek sambil mengeluarkan sebuah obeng dari tasnya.

Kewalahan dengan respon si Cewek, Gumarapus memutar otak lagi untuk bertanya.

“Punya tang nggak?” tanya Gumarapus sambil berharap si cewek tidak punya barang yang dimaksud.

“Nih ada a’…”, jawab si Cewek sambil mengambil tang dari tasnya.

Gumarapus semakin kewalahan.

“Gila bener nih cewek, masa punya obeng sama tang”, pikir Gumarapus setengah tak percaya.

Gumarapus pun masih penasaran dan  mencoba lagi jurus yang belum terselesaikan dengan baik.

“Kalau millimeter sekrup punya nggak”, tanya Gumarapus mantap diikuti sebuah senyum keyakinan bahwa mustahil cewek secantik itu membawa millimeter sekrup di tasnya.

“Oh, ada nih…”, jawab si cewek dengan lebih yakin sambil mengeluarkan millimeter sekrup dari tasnya.

Gumarapus kehilangan akal. Dengan perasaan gugup, ia menerima millimeter sekrup dari tangan si cewek. Karena sudah tidak bisa berpikir lagi, Gumarapus pun mengambil jalan pintas dengan bertanya secara langsung hal yang sudah ia pikirkan sebelumnya.

“Kalau nomor handphone, punya nggak?” tanya  Gumarapus mengeluarkan jurus pamungkas agar ia bisa berkenalan dan menjalin hubungan dengan si cewek.

“Oh, nggak ada!” jawab si cewek mantap.

“#@$%^&*(&%#@!,” muka Gumarapus pun memerah.

 

Bandung, 4 Mei 2013, 22.26

Niko Saripson P Simamora

 

Cerita Air

Posted: January 18, 2013 in puisi
Tags: , , , ,

Air adalah sumber kehidupan

Kehidupan membutuhkan air

Air sangat diperlukan

Keperluan akan air adalah hal yang utama

 

Air memiliki massa dan volume

Air membutuhkan ruang

Ruang air sangat diperlukan

Keperluan akan ruang air adalah hal yang utama

 

Manusia butuh air

Manusia butuh kehidupan

Air harus diberi ruang

Manusia harus memikirkan ruang air

 

Kebutuhan air selalu meningkat

Ruang air semakin berkurang

Kehidupan  semakin berkembang

Ruang air tidak diperhatikan

 

Bila ruang air memadai

Kehidupan dapat dinikmati

Bila ruang air terganggu

Kehidupan menjadi sendu

 

Kehidupan memberi pemikiran

Solusi harus menjadi perhatian

Keresahan harus dilawan

Air harus baik diperlakukan

 

Bandung, 18 Januari 2013, 13.54

Niko Saripson P Simamora