Posts Tagged ‘nilai’

Ada sesak yang menyentuh dada

Tatkala harapan yang sudah diumbar terbang menjadi debu

Perjuangan yang telah dikerjakan seketika menjadi nol

Fisikawan bilang, kamu tidak berusaha meski berlari sejauh mungkin

Namun kembali ke tempat semula

Berpindahlah meski perlahan, raihlah tujuan baru itu!

 

Kepala mu sempoyongan dengan kondisi ini?

Bayangan akan sebuah kebahagiaan telah redup menjadi uap

Kebersamaan bisa menimbulkan ketidaknyamanan

Matematikawan bilang, kamu akan tidak terdefenisi meski nilaimu begitu tinggi

Namun limitmu tidak ditentukan

Sadarlah bahwa nilaimu harus sedemikian rupa, tidak perlu sempurna!

 

Untuk kesekian kalinya, hidup semakin dipertajam

Realita tersaji begitu kejam, keras dan tanpa pandang bulu

Harapan, kebahagiaan, kepuasan dan apapun yang kau inginkan, sebutkan itu!

Seketika bisa sirna

Aku tegaskan, bahwa gambaran besar bukan kau yang pegang

Jalani saja, selangkah demi selangkah!

 

Untuk kesekian kalinya,

Bersandarlah pada yang punya rencana

Dia yang Agung

 

Bandung, 29 Mei 2017, 11:34 WIB

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Siang itu, seorang mahasiswa tingkat akhir di kampus terbaik di negerinya tertunduk lesu. Di ruangan yang dikhususkan untuk sebuah kelompok keahlian dari program studi yang erat kaitannya dengan peta tersebut,  ia duduk menghadap komputer milik dosennya yang dipercayakan kepada mahasiswa untuk digunakan secara khusus dalam pengerjaan tugas akhir. Tidak banyak aktivitas yang terjadi antara si mahasiswa dengan si komputer, hanya sesekali jari digerakkan untuk mengetik di papan kunci maupun menggerakkan tetikus. Ruangan itu pun cukup sepi hari itu bila dibandingkan hari-hari sebelumnya, kemungkinan besar karena mahasiswa-mahasiswa yang sering beraktivitas di situ sudah menyelesaikan tugas akhirnya dan sedang sibuk mengurus proses pencetakan buku maupun hal-hal yang bersifat administrasi lainnya.

Layar komputer tidak beranjak dari sebuah jendela program aplikasi untuk berselancar di dunia maya. Situs itu adalah penyedia layanan akademik dari kampusnya. Terlihat bahwa salah satu mata kuliah wajib yang berhubungan dengan pemotretan udara masih menunjukkan nilai tidak lulus menjelang seminggu menuju yudisium. Mahasiswa itu memang telah menyelesaikan tugas akhirnya, namun kendala nilai mata kuliah itu akan menghambatnya keluar dari kampus dengan status sarjana pada waktu yang sangat dekat. Dengan kata lain, wisuda akan tertunda hingga sepuluh bulan ke depan bila nilai itu tidak berubah menjadi lulus.

Seketika si mahasiswa beranjak dari ruangan itu menuju ruangan tata usaha program studinya dan berkonsultasi dengan seorang pegawai terkait masalah yang ia hadapi. Banyak arahan dan masukan yang ia terima. Lalu dengan segera beranjak ke gedung fakultas yang cukup berjauhan untuk menemui pejabat yang bersangkutan dengan masalahnya, ia memperoleh masukan dan mendapat gambaran langkah-langkah yang harus ia kerjakan. Bersama seorang rekan ia mengusahakan setiap hal yang memungkinkan penyelesaian masalahnya. Petugas rektorat mengatakan bahwa urusan dapat selesai dalam beberapa hari. Mahasiswa itu pun terus menunggu sambil terus berharap mendapat hasil yang positif. Dan benar, ketika nilainya diperiksa sudah dinyatakan lulus.

Kisah singkat di atas hanya sebuah rekayasa fakta bahwa hal yang sesungguhnya terjadi adalah berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Titip Semangat kepada kawan-kawan yang sedang berjuang untuk pengurusan administrasi terutama terkait dengan nilai. Terus berjuang dengan segala upaya dan berdoa dengan tidak jemu-jemu. Aku menanti kabar baik dari kalian…

 

Niko Saripson P Simamora

Bandung, 10 Juni 2012, 22.50