Posts Tagged ‘teduh’

Menengah ke Teduh

Posted: November 14, 2019 in puisi, Uncategorized
Tags: , ,

 

Ramai kaki menginjak tanah luhur
Bangsa dengan kebanggaan tinggi
Tak pernah dilecehkan kedaulatannya
Pun beria akan dinasti

Berharap akan hiruk pikuk
Bersenda gurau para pengajar
Bercerita bagaimana murid semakin giat belajar
Hasrat hakiki yang selalu dirangkul

Tak harus berisik supaya telihat asyik
Ke tepi pun selalu tetap bergairah
Tunggu saja, akan ke tengah
Kami membawa teduh lagi teguh

Selayaknya para petani giat membajak
Demi senyum para penghuni kota
Tawa mereka, lupa lapar dan dahaga
Adakah engkau menikmatinya?

Nakhon Phatom, 14 November 2019, 09:19
Niko Saripson P Simamora

IMG_20191114_084811

Awan lembut biasanya engkau teduh

Sejuk kesanmu ketika bersanding cakrawala

Semua harapan membubung ke arahmu

Tak ada kesan keraguan, sekali lagi, teduh

 

Langkah kaki menapak dengan riang

Bahagia dan gembira bergelora di tanahmu

Cerita hanya menjadi pelengkap rasa

Apa ya? Oh iya, teduh

 

Tetiba teduhmu hilang ditelan gelap

Kenapa engkau menutupi asa yang terbang

Sudah fasih ia menghiasi hari-hari tak menentu

Insan berkasih yang selalu membara merekah

 

Hei pekat suram pembawa rasa hampa!

Jangan pernah muncul membawa kebosanan

Sesimu hanya sesaat saja sebelum tertiup

Keteguhan jiwa ternyata punya kekuatan dahsyat

 

Di ufuk sana, sudah cerah membawa kehangatan

Bersinar surya tak terduga

Hantaran sengatnya mengusik hingga sanubari

Iya, teduh. Rasanya teduh.

 

Bandung, 10 Mei 2017, 22:10

Niko Saripson P Simamora