Archive for the ‘puisi’ Category

Tahan Kata

Posted: January 17, 2019 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

Ketika bibir gatal bergejolak

Menyuarakan semesta isi kepala

Tahan kata

Dinginkan kepala

 

Ketika mata sinis bergejolak

Menatap segala perbedaan

Tahan kata

Dinginkan kepala

 

Ketika telinga bising menyeruak

Menyimak seru khilaf kekeliruan

Tahan kata

Dinginkan kepala

 

Yang menahan menjadi bijak

Yang tetap dingin menjadi sejuk

Tahan kata

Dinginkan kepala

 

Sitoluama, 17 Januari 2019, 08:25 WIB

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Mendobrak Benteng

Posted: December 27, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , ,

Tibalah saat di tepian brata

Melirik ke belakang semua tualang

Lika-likunya memberi bekas

Campur aduk jejak di sanubari

 

Tidak bisa diubah, hanya perlu anggukan

Pun gelengan tidak memberi dampak

Berlapang dada untuk menerima setiap goresan

Hitam putih, tetap menyisakan warna

 

Menatap ke depan dengan penuh harapan

Di ujung pandangan selalu ada batasan

Cerah memberi kedamaian

Pun suram tak dapat dihindarkan

 

Begitu banyak yang harus dikerjakan

Kenapa harus selalu mempertahankan ego

Runtuhkanlah supaya bisa terhubung

Dengan banyak kemanfaatan

 

Bilamana susah menjadi rubuh

Desak sedikit untuk mendobrak

Melalui celah bisa jadi saluran

Jembatan keterkaitan bisa dijalin

 

Ada banyak tuntunan

Bangunlah ketaatan

Hadirkan rasa respek

Demi membangun keseimbangan batin

 

Sidikalang, 27 Desember 2018, 10:31

Niko Saripson P Simamora

Cerita Awan

Posted: November 26, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Lepas semasa hari menahun

Tak terasa akan menepi ke saat gembira

Menoleh ke belakang, menatap perjalanan

Segala macam rasa mencuat

 

Tatkala memulai kembali hari-hari

Langit tetap sama, haru biru

Letaknya hanya sepemandangan mata

Hasrat untuk meraih, tangan tak sampai

 

Dia punya teman setia

Awan yang selalu menemani

Kemunculannya membawa aneka

Selalu menarik, apa adanya

 

Pagi ini, dia seolah menyapa

Turun dari tahta mendampingi langit

Putih bersih membawa kedamaian

Diam dan bergerak, tetap tenang

 

Dia tinggi namun rela rendah

Sahabatnya adalah keagungan semesta

Tak ragu dianggap hina

Tetap bersahaja meski di singgasana

 

Sayap terbang seolah menggapai

Tak akan mampu diraihnya

Namun auranya menyapa batin

Tak ada yang sia-sia

 

Semua hanya cara membaca

Cerita awan sudah tersedia

Entah awal entah akhir

Semua ada, petiklah dan nikmati alurnya

Niko Saripson P. Simamora

Sitoluama, 26 November 2018, 08:35 WIB

Dekat Padam

Posted: October 31, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Kemunculan kita membawa suasana yang sama

Tangis menjadi ekspresi pertama dan utama

Bahasa kita untuk segala suasana

Bahkan hingga beranjak baya

 

Namun bukan berarti awalan seirama

Hentakan nada dimainkan begitu rupa

Lagu bersenandung menyiratkan kehangatan jiwa

Anak manusia menari riang gembira

 

Hingga ada saat ketika mars duka

Datang membahana tanpa menjunjung tanda

Engkau harus siapkan penyambung yang bermakna

Menantang dengan tetap gairah membara

 

Bagi engkau yang tidak siap sedia

Lambaian perpisahan akan tiba

Dekat padam ibarat sebuah pelita

Hanya bisa meringis meratap kecewa

 

Persiapkan buli-buli untuk tetap menyala

Kata-kata Khalik penuh kuasa

Ingat selalu untuk meratap di kakiNya

Niscaya akan selalu terjaga asa

 

Sitoluama, 31 Oktober 2018, 08:39 WIB

Niko Saripson P Simamora

Puntung dan Permata

Posted: October 2, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , ,

Bagianku adalah kemalangan

Jurang kematian menghampiriku

Sebegitu dekatnya, senantiasa

 

Aku didakwa bersalah

Para pengkhianat menyambutku

Hidupku sekotor-kotornya

 

Ah, aku terlepas

Tangan malaikat bersamaku

Penipu tidak berhak

 

Bagiku tersedia permata

Ditaruhnya serban tahir

Kepalaku memancar sinar

 

Pakaian pesta kukenakan

Berdiri kini di pelataran

Aku bagian kalian

 

Tenang dan aman

Di bawah pohon anggur

Juga pohon ara

 

Kesalahan dijauhkan dariku

Masuk memerintah rumahNya

Melakukan tugas dariNya

 

Puntung tak berguna

Ditarik dari api

Syukur kupanjatkan padaMu

 

Laguboti, 2 Oktober 2018, 09:12 WIB

Niko Saripson P Simamora

Siapa yang berkuasa atas hari?

Adakah engkau insan awam?

Bahkan sedetik ke depan

Adalah gelap gulita dimatamu

 

Sang surya memancar di pagi hari

Siapa yang mengatur?

Bahkan sembunyi menyambut petang

Mereka sibuk dengan diri sendiri

 

Rembulan memantulkan ketenangan

Dengan senyuman menjaga malam

Mereka terlelap menikmati mimpi

Hingga esok kembali menjalani hari

 

Adakah mereka menghitung hari?

Sudah dipesankan akan sukacitanya

Beroleh hati yang bijaksana

Ya, hanya menghitung hari

 

Tidakkah mereka sadar?

Ada yang menghitung detik

Bahkan setiap musim dalam kehidupan

Ada dalam genggaman tangan

 

Hanya menghitung hari

Beroleh hikmat

Panjat syukur

Akan kebaruan berkat

 

Niko Saripson P Simamora

Laguboti, 31 Agustus 2018, 07:00 WIB

Bisa (Tak) Sama

Posted: July 16, 2018 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

WhatsApp Image 2018-07-15 at 18.41.22

Coba pandang ke atas!

Kau lihat goresan langit?

Ini dua bait yang kurekam

Kau dengar ceritanya?

 

Ia selalu punya cerita

Tak selalu sama

Tak pernah sama

Ada ribuan bait ke depan

 

Apa ceritamu?

Langit akan menjadi saksi

Ia menyimpan kisah

Dengan cara yang ia punya

 

Tak selalu sama

Tak pernah sama

 

Tapi kau tahu?

Langit masih menyisakan ruang

Goresannya bisa membawa kesamaan

Maukah kau merasakannya?

 

Ribuan bait yang akan digores

Menjadi cerita yang sama

Bukan hanya pernah

Bahkan selalu sama

 

Saat kita duduk bersama

Memandang langit yang sama

Hamparan nuansa

Menyampaikan pesan, kesamaan

 

Sama? Ya sama!

 

Laguboti, 16 Juli 2018, 14:05 WIB

Niko Saripson P Simamora

WhatsApp Image 2018-07-14 at 18.43.20