Archive for June, 2017

Engkau meniti hari menapaki detik demi detik

Tak punya kuasa akan sejengkal langkah di depan

Menoleh ke belakang hanya menyisakan sebuah kesan

Menangis, tertawa, menang, kalah silih berganti

Lalu untuk apa sebuah perjalanan panjang ini?

Hey, apa kamu tahu akan jarak perhentian?

Mungkin bagianmu hanya seberapa pergantian hari

Ataupun engkau dipersiapkan untuk berlelah-lelah

Untung rugi menjadi bahan cibiran sekeliling

Niscaya akan menahan laju bersama hembusan angin

Ingat, jangan pernah merasa kuat menghalau badai

Tempatkan bagimu pendamping yang sepadan

Jadikan teman mengisi keheningan dalam hiruk pikukmu

Sahabat Kehidupan

Tanpa pernah merasa berkepentingan

Namun berkuasa untuk mementahkan serangan keniscayaan

 

Bandung, 24 Juni 2017, 09:55

Niko Saripson P Simamora

Advertisements

Lepas dalam Dekapan

Posted: June 9, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

Kemunculanmu ibarat mimpi semalam

Bertahtakan berlian penuh kemegahan

Cahayamu binar silau membuai

Langit turut serta menceritakan

 

Kau sang pujaan seketika terngiang

Mengalun lirik dambaan para pujangga

Teduh menyentuh dasar sanubari

Waktu milik kita, tanpa batas

 

Angin sejenak berhembus kencang

Aku melihatmu bergetar, goyah

Ada apa gerangan wahai jantung hati

Desiran itu membawa kecemasan

 

Dalam dekapan engkau masih tergoncang

Dilepaskan malam, langkahmu garang

Hanya sesaat kau dibiarkan

Kehangatan masih akan menggayutimu

 

Bukan terbang melayang

Hanya menggeliat mengerang

Tak akan sirna ditelanĀ  gelap

Engkau nyaman dalam pelukan

 

Bandung, 9 Juni 2017, 11:15

Niko Saripson P Simamora

 

Dia hadir 

Sebagai utusan

Esensinya abadi

Oknum Keilahian

Bukan tubuh

Pula daging

Apalagi tulang

Roh Kekekalan

Pribadi ketiga

Trinitas Agung

Bekerja luarbiasa

Membangun kepekaan

Suara Kebenaran

Sebagai Penolong

Abai ruang

Elakkan ruang

Sebagai Penghibur

Kita yatim

Pun Piatu

Dalam ketidakramahan

Dunia fana

Sebagai Pembimbing

Dalam kekudusan

Serta kebenaran

Yang sepenuh

Harus utuh

Bandung, 4 Juni 2017, 23:40 WIB

Niko Saripson P Simamora

Dia hadir 

Sebagai utusan

Esensinya abadi

Oknum Keilahian

Bukan tubuh

Pula daging

Apalagi tulang

Roh Kekekalan

Pribadi ketiga

Trinitas Agung

Bekerja luarbiasa

Membangun kepekaan

Suara Kebenaran

Sebagai Penolong

Abai ruang

Elakkan ruang

Sebagai Penghibur

Kita yatim

Pun Piatu

Dalam ketidakramahan

Dunia fana

Sebagai Pembimbing

Dalam kekudusan

Serta kebenaran

Yang sepenuh

Harus utuh

Bandung, 4 Juni 2017, 23:40 WIB

Niko Saripson P Simamora

Gunjing Pancasila?

Posted: June 1, 2017 in puisi
Tags: ,

Hari kelahiran menjadi sejarah yang tak terlupakan

Semua insan memakluminya sebagai saat sakral

Tiada alasan untuk mengabaikan, bahkan sarat pengulangan

Selagi masih ada nafas, syukurilah momentum itu

 

Begitupun ideologi sebuah negara majemuk yang kaya sumber daya

Kemunculannya hanya karena sebuah karunia

Warisan para pendahulu yang memiliki visi jauh ke depan

Tentu tidak mudah merumuskannya, apalagi memeliharanya secara konsisten

 

Ketika euforia akan kehadiranmu sedang dirayakan

Pun masih ada yang hilang rasa

Menggunjing Pancasila

Tanpa alasan yang bisa diterima nurani

 

Bagi kami engkau masih yang paling mutakhir

Peninggalan sejarah yang paling berharga

Bukan hanya di bumi nusantara, bahkan di jagad raya

Biar kami tetap setia menjaga dengan segala daya upaya

Bandung, 1 Juni 2017, 19.35 WIB

Niko Saripson P Simamora