Derma Merdeka

Posted: August 17, 2017 in puisi
Tags: , , ,

Perjalanan kemerdekaan

Membawa sorak kemenangan

Segenap rakyat mendambakan 

Keadilan dan kebahagiaan
Tak mudah menggapai

Cita-cita pasca proklamasi

Menjangkau semesta negeri

Tanpa sesuatu yang abai
Seruan yang memekik

Akan selalu menggertak

Sadar dan tergelitik

Untuk memberi dobrak
Teruslah membawa motto

Menderma andil ke seantero

Memanfaatkan sisa tempo

Merdeka yang tak kunjung kuno

Pangalengan, 17 Agustus 2017, 12:39 WIB 

Niko Saripson P Simamora

Derma Merdeka

Posted: August 17, 2017 in puisi
Tags: , , ,

Perjalanan kemerdekaan

Membawa sorak kemenangan

Segenap rakyat mendambakan 

Keadilan dan kebahagiaan
Tak mudah menggapai

Cita-cita pasca proklamasi

Menjangkau semesta negeri

Tanpa sesuatu yang abai
Seruan yang memekik

Akan selalu menggertak

Sadar dan tergelitik

Untuk memberi dobrak
Teruslah membawa motto

Menderma andil ke seantero

Memanfaatkan sisa tempo

Merdeka yang tak kunjung kuno

Pangalengan, 17 Agustus 2017, 12:39 WIB 

Niko Saripson P Simamora

Selamat datang kepada selintas pengetahuan

Membawa sebuah perasaan sangat berharga

Kemeriahannya tiada tara

Bisa lupa sejenak keberadaan

Bersyukurlah bila masih dalam pendampingan

Banyak yang siap menjadi sahabat kehidupan

Tak banyak kepentingan hanya demi kebersamaan

Kenikmatan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan

Tak perlulah rasa kuatir dan gentar itu

Sudah terlampaui meski memang tanpa tanda pemberitahuan

Maka beruntunglah badan menyicip selintas

Esok tinggal mengenang pasti dengan canda tawa

Ketidak-kekalan adalah bunga kehidupan

Memberi ragam suasana walau erat dengan kefanaan

Kuala Lumpur, 25 Juli 2017, 17:13

Niko Saripson P Simamora

Apa yang sudah diatur memang tak bisa diabaikan
Meski terkadang harus menyentuh ujung kesempatan

Di depan mata masih gelap tertutup awan

Seharusnya selalu siap dengan semua perbekalan

Namun langkah kaki begitu cepat terayun

Tidak butuh waktu lama ketika nurani teduh menapaki

Hanya perlu berserah diri dengan panjatan sembahyang tiada henti

Arungi saja tanjakan penuh ketidakpastian

Mungkin semua bisa ada karena kebolehjadian

Selama masih hayat penuhi dengan kebermanfaatan

Getir pahit bisa muncul ketika cemas terhadap kendali diri

Karenanya perlu tetap memandang ke depan tanpa ragu

Hawa kesejukan kian muncul membawa ketenangan

Tutur kata pun bisa terucap sebegitu tenang mengalir

Membawa penguatan, kebersahajaan dan tawa ceria

Genting Highland, 25 Juli 2017, 01.00

Niko Saripson P Simamora

Kealamian

Posted: July 22, 2017 in Uncategorized

Ketika menerawang terasa kabur
Bak kabut menutupi perjalanan

Lalu sirna dihempas angin

Surya menelan, hangat terpancar

Beribu rasa menyentuh sanubari

Mengaduk rata isi kepala

Hingga bertemu tatap mata

Kulit meraba nyata alami

Mulut pun senang bernyanyi

Karena derap langkah pasti

Berpindahlah walau mungkin sejenak

Teguk sedemikian banyak inspirasi

Kuala Terengganu, 22 Juli 2017, 07:20

Niko Saripson P Simamora

Engkau meniti hari menapaki detik demi detik

Tak punya kuasa akan sejengkal langkah di depan

Menoleh ke belakang hanya menyisakan sebuah kesan

Menangis, tertawa, menang, kalah silih berganti

Lalu untuk apa sebuah perjalanan panjang ini?

Hey, apa kamu tahu akan jarak perhentian?

Mungkin bagianmu hanya seberapa pergantian hari

Ataupun engkau dipersiapkan untuk berlelah-lelah

Untung rugi menjadi bahan cibiran sekeliling

Niscaya akan menahan laju bersama hembusan angin

Ingat, jangan pernah merasa kuat menghalau badai

Tempatkan bagimu pendamping yang sepadan

Jadikan teman mengisi keheningan dalam hiruk pikukmu

Sahabat Kehidupan

Tanpa pernah merasa berkepentingan

Namun berkuasa untuk mementahkan serangan keniscayaan

 

Bandung, 24 Juni 2017, 09:55

Niko Saripson P Simamora

Lepas dalam Dekapan

Posted: June 9, 2017 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

Kemunculanmu ibarat mimpi semalam

Bertahtakan berlian penuh kemegahan

Cahayamu binar silau membuai

Langit turut serta menceritakan

 

Kau sang pujaan seketika terngiang

Mengalun lirik dambaan para pujangga

Teduh menyentuh dasar sanubari

Waktu milik kita, tanpa batas

 

Angin sejenak berhembus kencang

Aku melihatmu bergetar, goyah

Ada apa gerangan wahai jantung hati

Desiran itu membawa kecemasan

 

Dalam dekapan engkau masih tergoncang

Dilepaskan malam, langkahmu garang

Hanya sesaat kau dibiarkan

Kehangatan masih akan menggayutimu

 

Bukan terbang melayang

Hanya menggeliat mengerang

Tak akan sirna ditelan  gelap

Engkau nyaman dalam pelukan

 

Bandung, 9 Juni 2017, 11:15

Niko Saripson P Simamora