Gua Singa

Posted: November 30, 2016 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Ada sebuah tempat yang mengerikan

Disediakan untuk kumpulan yang melawan

Meski mereka memaksa tanpa alasan

Kebenaran bukan tentang kesengajaan

 

Seorang Daniel yang punya kecerdasan

Hidup penuh dengan kesalehan

Berbuat banyak  untuk kemanfaatan

Tanpa sesuatu yang perlu diragukan

 

Tidak semua orang sama pandangan

Selalu melihat sisi ketidaksamaan

Apalagi punya perbedaan kepentingan

Segala cara seolah diperkenankan

 

Gua singa menjadi bagian

Daniel bukan seseorang yang membahayakan

Namun harus menghadapi kenyataan

Raja pun harus mengikuti peraturan

 

Tuhan punya cara untuk turun tangan

Mulut singa kelu, urung makan

Daniel terjaga dari serangan

Raja takjub turut mengagungkan

 

Ketika para penjahat dimasukkan

Singa menyantap dengan cekatan

Sekejap sudah tinggal kenangan

Allah berdaulat atas ketidakadilan

 

Gua singa ada dalam semua kehidupan

Hadapi dengan tanpa ketakutan

Hanya selalu andalkan kebenaran

Gua singa hanya untuk kalian, pengagum kebatilan

 

Bandung, 30 November 2016, 23.20 WIB

Niko Saripson P Simamora

Hey, Ibukota!

Posted: October 20, 2016 in puisi
Tags: , , , , ,

Hey, ibukota!
Beberapa saat ini engkau terasa tak menggairahkan
Denyut kotamu ada, tapi tak mendebarkan
Sejenak kau kutinggal, kau tampak bermuram durja

Hey, ibukota!
Ada apa gerangan yang mengusikmu
Sudah berkali-kali aku mengunjungimu
Sepeninggalanku, selalu ada kesan menggetarkan

Hey, ibukota!
Sesungguhnya aku membawa banyak cerita
Tentang kisahku meninggalkanmu sementara
Lakon kali ini membuat hidupku terasa damai

Hey, ibukota!
Tidakkah kau mau mendengarkanku sejenak
Mereka itu sudah, dan merasa tertarik
Ayolah sendengkan telingamu

Hey, ibukota!
Ada cerita lain kah yang menggodamu
Atau sudah merasa sepat dengan tuturku
Hanya dirimu yang bisa mengungkapkannya

Hey, ibukota!
Sedang sibukkah dengan urusan dirimu
Mereka semua ternyata sedang memperbincangkanmu
Banyak yang mendekat, menjadikanmu idola

Hey, ibukota!
Tersenyumlah kembali bersama nurani
Hikayat ini masih panjang mengisi bumi
Jangan kau hindari sesuatu yang ditakdirkan

Hey, ibukota!
Hey, ibukota!
Hey, ibukota!

Bandung, 20 Oktober 2016, 00:37
Niko Saripson P. Simamora

Pekik merdeka membahana
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Kemerdekaan mengangkat derajat
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Merdeka karena dibenarkan
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Jangan nodai kemerdekaan
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Bangsaku insan yang merdeka
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Junjung tinggi derajat merdeka
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Kebenaran adalah kemerdekaan hakiki
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Kebenaran demi kemerdekaan
Kemerdekaan untuk kebenaran
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!

Niko Saripson P Simamora,
Cipularang, 17 Agustus 2016, 07:10

Tak Pernah Gagal

Posted: July 26, 2016 in puisi, Uncategorized
Tags: , , , ,

Ketika tubuh menyentuh udara bumi

Banyak ketakutan yang menghinggapi diri

Usia matang tidak menjadi jaminan

Pengetahuan pun hanya pemanis perbincangan

Kekuasaan hanya sesaat dan menyesatkan

Kekayaan terlihat menarik tapi menjemukan

Kekerabatan hanya sebatas kehidupan

Apa yang lumrah adalah kekejian

Mata menjadi sombong

Lidah penuh bohong

Tangan menjadi penumpah darah

Hati bisa berencana jahat serta zinah

Kaki hanya bisa berlari mengejar kebatilan

Saksi dusta tumbuh bermekaran

Pecahlah sesama saudara bertengkaran

Sudahlah nyata bahwa segala sesuatu menuju kegagalan

Adakah kau rasa yang mampu menghalaukan

Aku yakin masih ada

Apakah itu

Kasih

Cinta

Sayang

Sebutkan itu

Mereka tidak pernah gagal

Rasakan dan lakukan!

Niko Saripson P Simamora
Bandung, 26 Juli 2016, 14.00 WIB

Galah panjang telah tergelar

Di tengah arena luas terbentang

Petak-petaknya pertanda tantang

Kepada siapa yang gemar

 

Gertakan datang menghadang

Penantang harus petah berpikir

Menerjang lintang dengan lancar

Menahan diri membeka tenang

 

Seolah menanti kelak menyerang

Menahan langkah dengan tegar

Menghela nafas menyambut segar

Segera merengkuh momen menang

 

Seakan sangar bertindak barbar

Melalui rintang dengan garang

Menembus hembusan sepoi alobar

Sesaat kemudian bersorak girang

 

Bandung, 30 Juni 2016, 19:30

Niko Saripson P Simamora

 

Perlahan kaki menapaki langkah demi langkah
Menempuh jarak maju tanpa batas pandang
Beban jiwa belum menjadi pembendung saluran
Peluh segar mengalir sejauh kepastian harapan

Sekelompok gajah berjalan dalam ketidakpastian
Bersatu mengumpulkan tenaga bangkit membangun
Jalur emas yang menjadi primadona negeri terkini
Memantik sebuah kesadaran paripurna nan luhur

Indahnya lembah membahana hingga semesta
Bermula ketika lahar terbatuk menyapa langit
Pesona biru merekah menyapa lembut kornea
Airmu jernih sumber kehidupan segenap bangsa

Tidak ada suara yang membelah tua pun muda
Hanya nyanyian alam membawa tenang sanubari
Iramanya harmonis
Kebulatan tekad menjadi kekuatan penuh bersama

Bandung, 3 Juni 2016, 05:50
Niko Saripson P Simamora

 

Euforia Galau

Posted: May 7, 2016 in puisi, Uncategorized
Tags: , , ,

Ramai-ramai orang sedang membicarakanmu

Tidak kurang ruang untuk memuat kabarmu

Ke manakah kami selama ini menurutmu

Adakah punggung kami selama ini menghadapmu

 

Sinar matahari selalu hadir menyengatmu

Pantulan bening biru pesona pancaranmu

Apakah itu hanya belaka sensasimu

Ataukah sebenar-benarnya rupamu

 

Sejak lama insan meneguk puas airmu

Jernih segar aura sedap rasamu

Mengapa tidak pernah kami menghargaimu

Mungkinkah lebih puas untuk memerasmu

 

Sekarang kami datang lagi kepadamu

Kami sadar telah lama mengabaikanmu

Seramainya euforia untuk menyenangkanmu

Demi generasi yang selalu menyanjungmu

 

Enyahlah rasa galau terhadapmu

Saatnya tangan turun menyapamu

Ramai-ramai orang sedang membicarakanmu

Ini wajah kami datang untuk memelukmu

 

Bandung, 7 Mei 2016, 19.10

 Niko Saripson P Simamora